Melancong ke Jogja part
2 (Taman Sari)
Hai guys, kali ini aku mau ngereview Taman Sari. Dan
lagi aku mau bilang, aku masih dalam
tahap belajar. Jadi jangan diketawain yee.
Setelah puas berputar – putar di benteng Vredeburg, aku,
mbak Galuh & mbak Uuk melanjutkan perjalanan ke Taman Sari yang katanya
merupakan bangunan bekas pemandian putri keraton. Untuk dapat ke sana, kami
naik becak seharga 20rb sekali perjalanan. Kalau naik becak di sini kalian
harus nawar, kalau nggak ntar dikasih harga yang mahal. Pertama kami dkasih
harga 30rb dan kami tawar menjadi 20rb. Setelah harga deal, kita pun menuju ke
Taman Sari. Dalam perjalanan, kami dilewatkan pusat bakpia patok, pusat kaos
khas jogja,pusat batik dan juga alun – alun yang mempunyai beringin kembar yang
konon katanya jika bisa melewati pohon itu dengan mata tertutup, maka apa yang
diinginkan dapat terwujud. Setelah perjalanan ± 15 menit, kita pun tiba di
Taman Sari. Cukup banyak wisatawan yang datang ke sini baik domestik maupun
mancanegara. Dan banyak juga mahasiswa yang mengisi waktu luang mereka untuk
menjadi tour guide para wisatawan mancanegara.
Harga tiket masuk objek wisata ini 3rb untuk wisatawan
domestik dan 7rb untuk wisatawan mancanegara dan lagi – lagi saya bilang, itu
harga yang cukup murah untuk para
backpaker. Taman Sari buka setiap hari pukul 08.00 – 14.00 WIB.
Gambar 1 : Kolam
Pemandian
Taman sari merupakan bekas peninggalan kraton jogjakarta yang
digunakan sebagai tempat rekreasi dan peristirahatan raja beserta keluarganya.
Objek wisata ini dibangun tahun 1758 oleh Pangeran Mangkubumi (yang
kemudian bergelar Hamengku Buwono I) dan Raden Ronggo Prawirosentiko (Bupati
Madiun) sebagai arsiteknya. Di kompleks Taman Sari ini terdapat kolam yang
digunakan sebagai pemandian raja dan keluarganya. Di dekat kolam terdapat
bangunan yang digunakan untuk istirahat raja dan keluarganya tapi sayang, di
tembok bangunan ini terdapat banyak sekali coretan yang mengurangi keindahan
bangunan.
Gambar 2 : Bekas
tempat tidur putri
Di kompleks Taman Sari juga terdapat bangunan yang bernama
Sumur Gumuling. Bangunan ini digunakan untuk meditasi raja. Selain untuk
meditasi, bangunan ini juga difungsikan sebagai masjid.
Selain sebagi destinasi untuk berlibur kompleks Taman
Sari ini cocok sekali dipakai untuk foto
prewed. Apalagi ditangga yang terletak di Sumur Gemuling, banyak sekali calon
pasangan pengantin yang mengambil fotonya di lokasi tersebut. Duh jadi pengen
ikutan prewed deh hihihihi.
Itu sekilas gambaran dari kompleks Taman Sari. Semoga kalian
tertarik untuk ke sini ya. Selamat berlibur.
Referensi :
wikipedia.org




Tidak ada komentar:
Posting Komentar